Selasa, 10 Desember 2013

99 Cahaya di Langit Eropa

Poster 99 Cahaya di Langit Eropa (uniqpost.com )

Film yang diadaptasi dari novel karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra ini menceritakan tentang kehidupan muslim di eropa sebagai kaum minoritas. Cerita berawal dari kota Wina.

Tiga ratus tahun lalu, pasukan Islam Otoman Turki yang menyerbu Wina ternyata diserang balik dari Kahlenberg dipimpin oleh Kara Mustafa. Dia menawarkan kebencian, dia memaksa orang-orang dengan menghunuskan pedang, maka dari itu dia disebut sang penakluk. Seorang gadis kecil bernama Ayse di ejek temannya Leon karena dia memakai kerudung dan dianggap keturunan Kara Mustafa. Ayse di nasehati oleh gurunya untuk melepas jilbabnya agar tidak di ejek lagi oleh Leon. (nggak segampang itu buk ckck)

Hanum tinggal di Wina karena suaminya Rangga mendapat beasiswa S3 di Wina. Selama suaminya sibuk dengan kuliahnya, Hanum menghabiskan waktunya dengan berkeliling Wina menikmati keindahan Wina. Tapi, lama kelamaan semanya terasa hambar ketika tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Setiap hari hanya tinggal di apartemen dan tidak ada pekerjaan. Hanum melihat Fatma, ibunda Ayse sulit mendapatkan pekerjaan di Wina karena bahasa jermannya kurang baik. Mencari pekerjaan di Eropa tidaklah mudah apalagi dengan bahasa Jerman yang belum baik. ketika diperjalanan, Hanum menemukan selebaran kursus bahasa Jerman, ia memutuskan untuk mengikuti kursus itu. 

Hanum pergi ke tempat kursus bahasa Jerman. Guru bahasa Jerman mulai mengabsen anggota kursusnya, saat memanggil "Hanum Salsabila" si guru susah bacanya jadi lucu dengernya :D . Fatma terlambat datang dan saat Fatma memasuki kelas semua orang langsung memperhatikan Fatma. (gara-gara dia peke hijab kali ya)

Hanum menghampiri Fatma yang sedang menunggu angkutan umum. Hanum menawari Fatma coklat, tapi Fatma sedang berpuasa.

"puasa senin kamis ya?" kata Hanum (dalam bahasa jeraman)
"ya, muslim?" jawab Fatma
Hanum menganggukkan kepala, "ya udah buat buka puasa aja" lanjut Hanum sambil menyodorkan coklatnya.

Saat Fatma akan pergi untuk menjemput anaknya, Hanum ingin ikut, dan Fatma membolehkan Hanum pergi bersamanya. Sejak saat itu mereka menjadi Sahabat. Hanum benyak belajar dari Fatma tentang Islam di Eropa, Fatma mengajak Hanum berkeliling Wina, menunjukkan peninggalan budaya Islam di Wina. Fatma telah berhasil mengubah pandangan Hanum tentang islam, bahwa islam itu bukan pedang, islam itu indah, islam itu penuh toleransi.

Waktu Hanum, Ayse, dan Fatma makan di salahsatu cafe di Wina, ada dua orang turis yang mengejek islam saat memakan roti croissant. mereka mengatakan kurang lebih seperti ini

" kamu tahu mengapa kita sangat suka memaka Roti ini?, kamu tahu apa sejarah dari roti ini?"
"tidak"
"kamu ingatkan, bahwa Eropa pernah dikuasai oleh Turki?. dan saat kita mengalakan mereka, kita merayakannya dengan memakan Roti ini. coba perhatikan bentuk roti ini, dan bentuk bendera mereka. dan saat kita memakannya , kita mengalahkan mereka."

Hanum emosi dengan kata-kata mereka, tapi Fatma manghentikan hanum dan membayar bill mereka dan menulis surat untuk mereka. Hanum tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Fatma. 

Fatma dan Ayse mengajak Hanum ke WIEN STADT MUSEUM. Disana Fatma menangis melihat sebuah lukisan. 
amandapd27.files.wordpress.com/2012/09/389px-kara_mustafa_pasha.jpg

Lukisan itu adalah lukisan seorang pria tua berwajah Arab. Serban yang melingkar di kepalanya adalah tipikal serban Timur Tengah. Di tengah serbannya tersemat bulu angsa yang ditempel demikian cantik. Bajunya berjenis kaftan bewarna merah, tampak sangat mewah. Tapi jika diamati, anda akan menemukan bahwa lukisan ini dilukis dengan cara berbeda. Lukisan raja, panglima perang, atau tokoh penting biasanya dilukis dengan penuh kegagahan. Menunjukkan kesaktian, kekuatan, dan intelektualitas dengan penanda tongkat, buku, atau mahkota sebagai simbonya. Tapi pria ini dilukiskan seperti kakek-kakek. Tua dan lemah. Lama-lama terlihat sebagai seorang penjahat. Matanya nanar, mengiaskan kegagalan luar biasa dalam hidupnya. Dia adalah Kara Mustafa Pasha, seorang panglima perang dinasti Turki. Di mata orang Eropa, ia adalah seorang  penakluk. Itulah mengapa ia dilukis seburuk itu. Tiga ratus tahun lalu, pasukan Islam Ottoman Turki yang menyerbu Wina ternyata diserang balik dari Kahlenberg dipimpin oleh Kara Mustafa. Dia menawarkan kebencian, dia memaksa orang-orang dengan menghunuskan pedang ,maka dari itu dia disebut sang penakluk. Di permukaan kanan atas lukisan ada tulisan dalam bahasa Jerman kuno, grand vizier, Residenz StadtWien; Belagert ; verlussr ; modern. Panglima perang; masyarakat kota Wina ; mengepung; kehilanga/kerusakan ; pembunuhan. Pelukis mengatakan bahwa Kara Mustafa adalah panglima perang yang menggempur Wina dan mengakibatkan kerugian dan kematian.

Ternyata Fatma adalah keturunan dari Kara Mustafa. saat meninggalkan museum, Fatma mengucapkan selamat tinggal kepada Kara Mustafa.
"ayo kita pergi, kita tinggalkan kara Mustafa disini menyesali kesalahannya" (kira-kira gitu lah)

Beberapa hari kemudian, Turis yang ada di cafe membalas surat Fatma via E-mail dan mengucapkan terima kasih, serta kekagumannya terhadap islam. sejak saat itu, Hanum mengerti bahwa islam itu bukan pedang. Hanum dan Rangga suaminya membuatkan mi goreng plus ikan asin untuk tetangganya yang dulu marah-marah dengan bau ikan asin yang di goreng Hanum katanya baunya kayak kaos kaki. 


Ternyata, tetangga mereka menyukai ikan asin yang Hanum dan Rangga berikan dan mau lagi. (eh itu yang kamu bilang kaos kaki :D ).

Ceritanya belum selesai. Hanum dan Rangga pergi keparis, disana Hanum bertemu dengan Mariom. Marion menjelaskan sejarah islam dan pengaruh kesenian islam di Paris. setelah kembali dari paris, Hanum tidak bisa menemukan Fatma dan keluarganya, Hanum juga baru mengetahui bahwa Ayse menderita kanker. 

Dari film ini, saya semakin mengerti bahwa Islam itu penuh toleransi, bahwa Islam itu indah dan Islam itu adalah bagian dari hidup kita, bahwa islam itu bukan pedang. Dari film yang aku tonton kemarin ini, kira-kira itu yang aku dapet, penasaran? nonton dong :D

Kekurangan dari film ini adalah kurang lengkap (emang baru part 1 hey!) dan sukses buat aku penasaran. Mana part 2 nyaaaaaa :D

Posted on 18.22 by Unknown

No comments

Rabu, 27 November 2013

Baru mau mulai ngeblog, rencananya sih mau bikin cerita-cerita gitu.
ceritanya bakalan nyeritain kehidupan seseorang yang tidak mensyukuri apa yang udah dia punya, selalu menganggap bahwa hidupnya tidak menarik, dia tidak punya kemampuan dibandingkan dengan teman-temannya. Seseorang yang tidak memiliki cita-cita sehingga hanya ikut-ikutan teman. Seseorang  yang merasa hidup tidak jelas mau hitam atau putih, yang menyebut hidupnya abu-abu. seseorang yang tidak menyadari bahwa kehidupannya adalah hidup yang penuh warna.

mohon bantuannya, semoga terlaksana  :)

Posted on 00.55 by Unknown

No comments